:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382779/original/035616400_1793009396-CODEPOLITAN.jpg)
Jakarta – Pusat Siber Angkatan Darat (PUSSIBERAD), bekerja sama dengan CODEPOLITAN, kembali menggelar Kartika Cyber Hackathon 2026. Ajang inovasi teknologi ini bertujuan untuk menantang para developer, praktisi keamanan siber, akademisi, dan komunitas teknologi untuk merancang solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna memperkuat infrastruktur pertahanan siber Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di tengah eskalasi ancaman digital.
Kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah platform strategis untuk membangun jembatan kolaborasi antara talenta sipil dan institusi militer. CEO & Founder CODEPOLITAN, Kresna Galuh D. Herlangga, menegaskan pentingnya sinergi ini. “Kartika Cyber Hackathon 2026 bukan sekadar kompetisi teknologi, melainkan momentum membangun kolaborasi erat antara komunitas teknologi, masyarakat sipil, dan militer,” ujar Kresna dalam keterangannya pada Senin, 26 Oktober 2026, seperti dikutip dari Liputan6.com. Ia menambahkan bahwa keahlian dan inovasi talenta lokal diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi pertahanan negara.
Mendorong Inovasi dalam Empat Kategori Utama
Kartika Cyber Hackathon 2026 dirancang untuk menjaring beragam inovasi melalui empat kategori tantangan utama. Para peserta, baik individu maupun tim yang beranggotakan maksimal tiga orang, dapat memilih fokus keahlian mereka sesuai dengan kategori berikut:
- Penindakan: Berfokus pada pengembangan solusi untuk penanganan cepat terhadap insiden dan ancaman siber.
- Penangkalan: Menitikberatkan pada langkah-langkah mitigasi dan pencegahan risiko serangan siber.
- Dukungan Teknologi: Mencakup pengembangan infrastruktur dan sistem pendukung untuk keamanan siber.
- Siber Sosial: Kategori ini mencari solusi yang mampu menanggulangi dampak serta dinamika sosial yang berkaitan dengan keamanan siber.
Selama empat minggu masa pengerjaan, peserta ditantang untuk mengembangkan solusi digital yang wajib disajikan dalam bentuk proposal, dokumentasi teknis, serta video demonstrasi prototipe. Untuk mendukung proses ini, penyelenggara juga menyediakan dua sesi webinar gratis guna memperkaya wawasan dan keterampilan peserta.
Peluang Emas dan Implementasi Nyata
Kompetisi ini menawarkan total hadiah senilai lebih dari Rp 100,7 juta, dilengkapi dengan trofi, akses kelas online CODEPOLITAN selama satu tahun penuh, serta delapan sesi bootcamp ethical hacking dari JagoanSiber. Selain itu, setiap peserta juga akan mendapatkan sertifikat digital.
Namun, daya tarik utama Kartika Cyber Hackathon 2026 terletak pada kesempatan karier dan potensi implementasi teknologi. Anggota tim yang berhasil meraih Juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan Golden Ticket, yang memberikan mereka hak istimewa untuk mengikuti Seleksi Bintara Siber TNI AD. Lebih jauh lagi, prototipe yang terpilih memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan secara langsung dalam sistem pertahanan TNI Angkatan Darat, memberikan dampak nyata bagi keamanan nasional.
Final di Jakarta Bertepatan dengan Kartika Cyber Conference
Setelah tahap seleksi awal, sepuluh tim dengan nilai tertinggi akan melaju ke babak final luring yang akan diselenggarakan di Jakarta. Babak penentuan ini akan berlangsung bersamaan dengan gelaran Kartika Cyber Conference, sebuah acara penting dalam kalender keamanan siber nasional.
Di hadapan para juri, para finalis akan memiliki kesempatan untuk mempresentasikan langsung prototipe inovatif yang telah mereka rancang. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para inovator siber untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan berkontribusi secara konkret terhadap pertahanan siber Indonesia.
Bagi talenta digital dan praktisi siber yang berkeinginan untuk menguji kemampuan serta memberikan kontribusi bagi pertahanan nasional, pendaftaran dan informasi lebih lanjut mengenai petunjuk teknis kompetisi dapat diakses melalui situs resmi kartikacyberhackathon.id.