Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Internet Rakyat 100 Mbps Rp100 Ribu: Mimpi Akses Cepat yang Terjangkau?

2025-11-27 | 00:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T17:51:29Z
Ruang Iklan

Internet Rakyat 100 Mbps Rp100 Ribu: Mimpi Akses Cepat yang Terjangkau?

Program "Internet Rakyat" dengan kecepatan 100 Mbps seharga Rp 100 ribu per bulan telah resmi diperkenalkan sebagai upaya pemerintah untuk menjawab tantangan akses internet yang terjangkau dan merata di Indonesia. Inisiatif ini digagas sebagai respons terhadap tingginya biaya internet rumah tangga yang selama ini masih dirasakan mahal oleh sebagian besar masyarakat, terutama di segmen berpenghasilan menengah ke bawah.

Program ini dikembangkan oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, yang memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk Wilayah I (Jawa, Maluku, dan Papua), bekerja sama dengan PT OREX SAI Indonesia, perusahaan patungan antara NTT Docomo dan NEC Corporation dari Jepang. Layanan "Internet Rakyat" memanfaatkan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang beroperasi pada frekuensi 1,4 GHz dengan konsep Open Radio Access Network (Open RAN). Teknologi ini memungkinkan distribusi internet langsung dari menara BTS tanpa perlu penarikan kabel serat optik ke rumah, menjadikannya solusi yang lebih ekonomis dan cepat untuk diimplementasikan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur konvensional. Bahkan, program ini diklaim sebagai jaringan komersial pertama di Indonesia yang menggunakan Open RAN FWA 1,4 GHz.

Untuk tahap awal, layanan "Internet Rakyat" tersedia di sebagian wilayah Jawa, Maluku, dan Papua, dengan proses pra-registrasi yang dapat dilakukan melalui situs mytelemedia.id atau internetrakyat.id/register. Paket yang ditawarkan mencakup kecepatan hingga 100 Mbps dengan kuota tanpa batas (unlimited) seharga Rp 100.000 per bulan. Menariknya, pelanggan baru akan mendapatkan gratis langganan di bulan pertama dan peminjaman modem (CPE) secara gratis.

Kehadiran "Internet Rakyat" sangat relevan mengingat kondisi penetrasi dan harga internet di Indonesia saat ini. Berdasarkan data, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses internet, dengan penetrasi fixed broadband yang masih di bawah 15% di sebagian besar masyarakat yang masih mengandalkan jaringan seluler. Selain itu, harga layanan internet di Indonesia kerap disebut sebagai salah satu yang termahal di kawasan ASEAN, bahkan dengan kecepatan yang terbilang lambat dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam. Bramantiyoko Sasmito, Director selaku Tech and Durables Commercial Lead, NIQ Indonesia, menyatakan bahwa tarif internet di Indonesia saat ini belum ideal. Senada, Pengamat Ekonomi dan Peneliti LPEM UI, Teuku Rifki, juga menyoroti bahwa harga layanan internet di Indonesia merupakan yang paling mahal di ASEAN. Sebagai perbandingan, paket 100 Mbps dari penyedia layanan lain seperti IndiHome dapat mencapai Rp 425.000, sementara ICONNET PLN menawarkan Rp 560.000 hingga Rp 680.000 tergantung wilayah.

Tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau turut mempersulit upaya pemerataan jaringan, dengan konsentrasi infrastruktur dan ekonomi yang masih terpusat di Pulau Jawa. Pembangunan kabel bawah laut dan perizinan yang rumit menjadi kendala signifikan yang memerlukan biaya tinggi. Oleh karena itu, skema "Internet Rakyat" dengan teknologi FWA dan Open RAN dianggap sebagai solusi strategis untuk memangkas biaya investasi dan mempercepat jangkauan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkomitmen untuk menghadirkan internet cepat dan terjangkau sebagai bagian dari visi "Indonesia Digital 2045". Kebijakan alokasi spektrum baru dan model jaringan open access diharapkan dapat mendorong keterlibatan berbagai pihak dan menjamin harga layanan yang kompetitif. Dengan tarif Rp 100 ribu untuk kecepatan 100 Mbps dan kuota tak terbatas, "Internet Rakyat" dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi solusi ideal bagi masyarakat yang mendambakan konektivitas digital berkualitas dengan harga yang ramah di kantong, sekaligus mendorong transformasi digital yang lebih inklusif di seluruh pelosok negeri.