Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Blue Origin Siapkan 5.400 Satelit, Siap Gempur Dominasi Starlink

2026-01-23 | 20:22 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T13:22:46Z
Ruang Iklan

Blue Origin Siapkan 5.400 Satelit, Siap Gempur Dominasi Starlink

Amazon, melalui proyek internet satelitnya yang kini dikenal sebagai Amazon Leo (sebelumnya Project Kuiper), siap meluncurkan lebih dari 3.200 satelit ke orbit rendah Bumi (LEO) untuk bersaing langsung dengan dominasi Starlink milik SpaceX. Berlawanan dengan informasi awal yang menyebutkan 5.400 satelit terkait Blue Origin secara langsung, data terkini menunjukkan bahwa 5.408 satelit merupakan rencana konstelasi TeraWave, sebuah inisiatif terpisah dari Blue Origin yang menargetkan pasar korporasi dan pusat data, bukan Project Kuiper/Amazon Leo.

Amazon Leo secara spesifik menargetkan penyediaan layanan broadband berkecepatan tinggi dengan latensi rendah kepada komunitas yang belum terlayani dan kurang terlayani di seluruh dunia, termasuk individu, sekolah, rumah sakit, dan bisnis. Komitmen investasi Amazon untuk proyek ini melebihi 10 miliar dolar AS, meskipun perkiraan analisis pasar menempatkan total biaya awal antara 16,5 miliar hingga 20 miliar dolar AS.

Pada Juli 2020, Federal Communications Commission (FCC) memberikan otorisasi kepada Amazon untuk mengerahkan 3.236 satelit LEO. Persyaratan lisensi ini mengharuskan setidaknya setengah dari konstelasi, yaitu 1.616 satelit, harus sudah beroperasi di orbit pada pertengahan tahun 2026, dan sisanya pada Juli 2029. Amazon telah meluncurkan dua satelit prototipe, KuiperSat-1 dan KuiperSat-2, pada Oktober 2023 dengan roket Atlas V milik United Launch Alliance (ULA) untuk menguji teknologi utama. Peluncuran satelit produksi massal dimulai pada April 2025 dengan 27 satelit pertama menggunakan roket ULA Atlas V. Hingga Desember 2025, Amazon Leo telah meluncurkan 180 satelit produksi.

Untuk mewujudkan ambisi ini, Amazon telah mengamankan 92 kontrak peluncuran roket dari berbagai penyedia, termasuk ULA (Atlas V dan Vulcan Centaur), Arianespace (Ariane 6), dan Blue Origin (New Glenn), serta tiga peluncuran dari SpaceX. Keterlibatan Blue Origin, perusahaan roket milik pendiri Amazon Jeff Bezos, untuk 27 peluncuran New Glenn, menandai integrasi vertikal dalam ekosistem antariksa Bezos. Namun, New Glenn baru berhasil mencapai orbit pada Januari 2025 dalam uji coba yang gagal mendarat, dengan penerbangan kedua diperkirakan pada akhir musim semi. Amazon juga sedang memperluas fasilitas pemrosesan satelitnya di Kennedy Space Center, Florida, dengan investasi hampir 140 juta dolar AS, untuk mempercepat pengerahan konstelasi.

Starlink saat ini telah meluncurkan lebih dari 8.000 satelit, dengan lebih dari 7.000 di antaranya masih beroperasi di orbit, dan melayani sekitar 5 juta pengguna di 125 negara. Analisis pasar dari Quilty Space memproyeksikan Starlink akan mengakhiri tahun 2024 dengan 3,9 juta pelanggan dan pendapatan 6,6 miliar dolar AS. Meskipun Starlink memiliki keunggulan awal dalam jumlah satelit dan basis pelanggan, pasar internet satelit LEO diproyeksikan tumbuh signifikan dari 14,56 miliar dolar AS pada tahun 2025 menjadi 33,44 miliar dolar AS pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 18,1%. Permintaan akan konektivitas broadband global yang meningkat menjadi katalisator utama pertumbuhan ini.

Project Kuiper (Amazon Leo) berencana memulai layanan komersial pada akhir 2025 atau pertengahan 2026. Di Indonesia, Amazon Leo telah mengumumkan rencana investasi awal sebesar 20 juta dolar AS untuk membangun enam stasiun gateway, dengan potensi peningkatan investasi hingga 90 juta dolar AS pada tahun 2035. Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya V. Hafid, menyambut baik investasi ini, menekankan pentingnya akses digital yang merata. Kehadiran Amazon Leo diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan konektivitas digital di seluruh Indonesia, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), pedalaman, dan pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau infrastruktur konvensional. Amazon mengklaim terminal pengguna Kuiper akan berukuran lebih ringkas dan terjangkau dibandingkan pesaingnya. Integrasi dengan Amazon Web Services (AWS) akan menjadi keunggulan strategis, menawarkan keamanan, kecepatan, dan fleksibilitas maksimal, serta mendukung berbagai layanan digital Amazon lainnya.

Sementara Amazon Leo berfokus pada pasar broadband umum, Blue Origin juga memiliki ambisi di segmen internet satelit dengan proyek TeraWave. TeraWave, yang direncanakan meluncurkan 5.408 satelit ke LEO dan MEO (Medium Earth Orbit) mulai akhir 2027, menargetkan pengguna korporasi, pusat data, dan sektor pemerintahan dengan kecepatan data hingga 6 terabit per detik. Strategi yang berbeda ini menunjukkan diversifikasi pendekatan Jeff Bezos di pasar antariksa. Persaingan ini diproyeksikan akan menurunkan harga dan mempercepat adopsi teknologi satelit internet, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap regulasi puing antariksa dan keberlanjutan.