Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bukan Sekadar Gaya: Inilah Alasan Mengapa High Heels Berbahaya Saat Berkendara

2026-01-22 | 00:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T17:21:59Z
Ruang Iklan

Bukan Sekadar Gaya: Inilah Alasan Mengapa High Heels Berbahaya Saat Berkendara

Mengemudi kendaraan roda empat dengan sepatu berhak tinggi atau high heels secara konsisten menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan lalu lintas, bukan hanya sekadar ketidaknyamanan pribadi. Faktor utama bahaya ini terletak pada terganggunya kontrol pengemudi terhadap pedal gas, rem, dan kopling, sebuah kondisi yang dapat menyebabkan respons lambat dan kurang presisi, berujung pada potensi kecelakaan fatal.

Para ahli keselamatan berkendara telah lama menyoroti bahaya penggunaan alas kaki yang tidak sesuai. Adrianto Sugiarto Wiyono, instruktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), menegaskan bahwa high heels sangat tidak dianjurkan karena berdampak langsung pada pengoperasian pedal mobil. Posisi kaki yang benar seharusnya memungkinkan tungkai sejajar dengan pedal rem dan berfungsi sebagai tumpuan untuk memiringkan kaki ke pedal gas. Namun, hak sepatu yang tinggi justru menjauhkan tungkai dari lantai mobil, menghambat gerak kaki saat mengerem dan mengurangi tekanan maksimal yang bisa diberikan pada pedal.

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menambahkan bahwa sepatu hak tinggi membuat pergerakan kaki tidak stabil dan tidak seimbang. Akibatnya, tekanan ujung telapak kaki ke pedal rem bisa tidak sesuai kebutuhan, mengganggu pengendalian kendaraan secara signifikan. Selain itu, ujung sepatu yang sempit dan permukaan yang licin berpotensi membuat kaki mudah tergelincir dari pedal, menghilangkan kontrol penuh atas laju kendaraan. Sensitivitas pengemudi untuk mengendalikan pedal juga akan berkurang seiring semakin tebalnya penghalang antara kaki dan pedal. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana juga mengutarakan bahwa pengemudi yang memakai heels sering takut haknya patah, sehingga mereka tidak menapak pedal secara sempurna dan cenderung menggunakan pedal secara sensitif, kadang pelan, kadang kencang.

Dalam konteks ergonomi berkendara, high heels mengubah sudut alami kaki, membatasi fleksibilitas pergelangan kaki, dan mempersulit transisi mulus antar pedal. Hal ini sangat berbahaya dalam situasi darurat yang menuntut reaksi cepat, seperti menghindari objek di jalan atau melakukan pengereman mendadak, karena dapat memperlambat respons pengemudi. Implikasi jangka panjang dari kebiasaan ini meliputi peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat dicegah, cedera serius, dan potensi hilangnya nyawa. Meskipun belum ada regulasi spesifik yang melarang penggunaan high heels saat mengemudi di beberapa yurisdiksi, standar keselamatan berkendara secara universal merekomendasikan alas kaki yang datar, fleksibel, dan tipis, seperti sepatu kets atau sepatu khusus mengemudi (driving shoes). Para ahli menyarankan agar pengemudi wanita yang sering menggunakan high heels membawa sepatu cadangan yang lebih aman untuk dikenakan saat berada di balik kemudi. Peletakan sepatu cadangan pun harus diperhatikan, yakni di sisi penumpang, bukan di bawah jok pengemudi, untuk mencegah sepatu tersebut menggelinding dan mengganjal pedal. Memilih alas kaki yang tepat merupakan langkah fundamental untuk memastikan fokus berkendara tetap optimal, meminimalkan faktor risiko, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.