Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Hegemoni Apple di Pasar China: iPhone 17 Ungguli Huawei

2026-01-22 | 00:28 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T17:28:30Z
Ruang Iklan

Hegemoni Apple di Pasar China: iPhone 17 Ungguli Huawei

Apple berhasil memimpin pangsa pasar ponsel pintar di Tiongkok pada kuartal keempat 2025, mengungguli pesaing domestik utamanya, Huawei, didorong oleh penjualan kuat seri iPhone 17. Penjualan iPhone melonjak 28 persen secara tahunan selama kuartal liburan, yang memungkinkan Apple mengklaim 22 persen pangsa pasar di pasar ponsel pintar terbesar dunia yang secara keseluruhan mengalami kontraksi 1,6 persen pada periode yang sama.

Keberhasilan Apple ini mengikis dominasi Huawei, yang meskipun masih menjadi pemimpin pasar Tiongkok untuk keseluruhan tahun 2025, mengalami penurunan pangsa pasar menjadi 14,6 persen pada kuartal keempat 2025, turun 13,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan Huawei sebagian besar disebabkan oleh penundaan peluncuran seri Mate 80 dibandingkan model pesaing, yang menghambat kinerja mereka selama kuartal krusial tersebut.

Seri iPhone 17, khususnya model Pro dengan "desain kamera baru yang khas" dan varian dasar yang menawarkan kapasitas penyimpanan ganda tanpa kenaikan harga, menjadi pendorong utama daya tarik Apple. Strategi penetapan posisi produk ganda ini memungkinkan Apple bersaing di segmen inovasi premium dan segmen yang sadar nilai secara bersamaan. Ivan Lam, seorang Analis Senior di Counterpoint Research, mencatat bahwa seri iPhone 17 mendapat "daya tarik kuat" dan "respons pasar yang kuat".

Kinerja luar biasa Apple terjadi di tengah kondisi pasar yang menantang, termasuk penurunan pengiriman ponsel pintar Tiongkok sebesar 0,6 persen untuk keseluruhan tahun 2025, dan kekhawatiran akan kenaikan harga memori chip yang diperkirakan naik 40-50 persen pada kuartal pertama 2026. CEO Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), C.C. Wei, menekankan bahwa ponsel pintar kelas atas sebagian besar tetap tidak terpengaruh oleh krisis memori chip, sebuah kondisi yang secara alami menguntungkan jajaran produk premium Apple.

Dominasi Apple pada kuartal terakhir 2025 juga mencerminkan strategi ketahanan premium mereka di pasar Tiongkok yang semakin canggih. Kemampuan perusahaan untuk mencapai pertumbuhan pengiriman 7,5 persen di Tiongkok sepanjang tahun 2025, saat pasar keseluruhan menyusut, menunjukkan efektivitas pendekatan ini. Analis memperkirakan bahwa permintaan untuk perangkat premium di Tiongkok cukup besar untuk memengaruhi peringkat pasar secara keseluruhan selama periode puncak. Konsumen Tiongkok semakin menghargai inovasi dan kualitas dibandingkan pertimbangan biaya murni, terutama di segmen premium.

Meskipun Huawei menguasai posisi teratas untuk pengiriman setahun penuh 2025, dengan 16,9 persen pangsa pasar dibandingkan Apple yang 16,7 persen, kinerja kuartalan terbaru menandai pergeseran signifikan. Data awal tahun 2026 menunjukkan bahwa Apple dan Huawei terlibat dalam persaingan ketat untuk posisi teratas, dengan perbedaan pangsa pasar yang sangat kecil di awal tahun. Huawei berencana untuk meluncurkan seri Pura 90 dan Mate 90 pada tahun 2026, yang dirumorkan akan menghadirkan teknologi kamera canggih dan integrasi AI yang lebih dalam, sebagai bagian dari upaya untuk menutup celah dengan Apple.

Implikasi jangka panjang dari pergeseran ini menunjukkan bahwa pasar ponsel pintar Tiongkok menjadi lebih selektif. Konsumen Tiongkok bersedia beralih merek ketika siklus produk selaras dengan ekspektasi mereka, terutama dalam hal peningkatan praktis seperti kamera yang lebih baik, masa pakai baterai lebih lama, dan penyimpanan yang lebih besar. Apple kemungkinan akan terus menekankan diferensiasi premium sambil secara selektif beradaptasi dengan kondisi pasar lokal. Huawei di sisi lain, diperkirakan akan fokus memperkuat kekuatan inovasi, kepercayaan merek domestik, dan pengembangan ekosistem untuk mendapatkan kembali momentum. Kenaikan biaya memori diperkirakan akan memaksa produsen ponsel pintar untuk mengoptimalkan portofolio produk mereka, dengan fokus pada pengurangan model kelas bawah untuk menjaga margin, sebuah strategi yang menguntungkan perusahaan seperti Apple yang seluruh jajarannya berada di segmen premium.