Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

IndiHome Down 22 Januari 2026: Warganet Geruduk Medsos Adukan Internet Mati

2026-01-22 | 17:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T10:00:21Z
Ruang Iklan

IndiHome Down 22 Januari 2026: Warganet Geruduk Medsos Adukan Internet Mati

Layanan internet IndiHome dan jaringan seluler Telkomsel mengalami gangguan masif secara nasional pada Kamis siang, 22 Januari 2026, memicu ribuan keluhan warganet yang melaporkan koneksi terputus atau melambat tajam di berbagai kota besar Indonesia. Gangguan ini terdeteksi sekitar pukul 11.03 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 11.39 WIB dengan 4.319 laporan pengguna di situs Downdetector. Telkomsel mengakui adanya penurunan kualitas layanan data secara nasional dan sedang berupaya memulihkan jaringan.

Insiden ini terjadi setelah integrasi resmi layanan IndiHome ke dalam Telkomsel pada tahun 2023, menciptakan entitas penyedia layanan internet terbesar di Indonesia. Kejadian ini secara tajam menyoroti ketergantungan esensial masyarakat pada konektivitas digital yang stabil. Data Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 229.428.417 penduduk Indonesia, setara dengan 80,66% dari total populasi, telah tersambung dengan internet. Mayoritas penggunaan internet di Indonesia dialokasikan untuk aktivitas media sosial (24,8%), pencarian informasi terkini (15,04%), dan transaksi online (14,95%).

Kelumpuhan layanan ini secara langsung mengganggu aktivitas krusial mulai dari pekerjaan jarak jauh, pembelajaran daring, hingga akses layanan digital dan hiburan di seluruh negeri. Dari laporan yang masuk, sekitar 82% pengguna mengeluhkan tidak bisa mengakses internet sama sekali, sementara 15% lainnya mengalami pemadaman total atau "total blackout". Wilayah terdampak tersebar luas, meliputi Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga sejumlah daerah di Papua seperti Mimika, Asmat, dan Nabire. Pengguna di media sosial X (sebelumnya Twitter) membanjiri lini masa dengan keluhan, menyebabkan tagar #IndiHomeDown dan kata kunci "Telkom" menjadi topik trending nasional. Beberapa pengguna di Bogor bahkan melaporkan layanan internet mereka mati hampir seharian, melumpuhkan produktivitas kantor dan rumah tangga.

Vice President Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengonfirmasi penurunan kualitas layanan data untuk sebagian pelanggan secara nasional, yang berdampak pada akses ke sejumlah aplikasi digital dan platform Over-The-Top (OTT). Fahmi menyatakan bahwa seluruh tim teknis Telkomsel telah dikerahkan penuh untuk melakukan isolasi gangguan, optimalisasi jaringan, serta percepatan pemulihan layanan agar kembali normal sesegera mungkin. Telkomsel juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun, keluhan pelanggan juga mencakup sulitnya menghubungi layanan pelanggan melalui call center 188 dan mengakses aplikasi MyTelkomsel untuk pengecekan status layanan. Hingga sore hari, beberapa pelanggan melaporkan koneksi mulai berangsur normal, meskipun tidak sedikit yang masih mengalami gangguan.

Penyebab pasti gangguan masih dalam investigasi menyeluruh oleh Telkom Group. Spekulasi awal mencakup kemungkinan kendala teknis pada infrastruktur utama atau jaringan tulang punggung (backbone) milik Grup Telkom secara nasional, serta potensi pemeliharaan rutin yang tidak terencana atau kerusakan fisik pada jaringan serat optik. Insiden ini mempertegas kerapuhan infrastruktur digital Indonesia yang kian esensial bagi roda ekonomi dan sosial. Mengingat sektor telekomunikasi masuk dalam sepuluh besar pengaduan konsumen pada tahun 2025 menurut data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dengan keluhan meliputi kualitas jaringan dan aksesibilitas, insiden berulang seperti ini berpotensi mengikis kepercayaan publik. Ke depan, tekanan akan meningkat pada Telkom Group untuk tidak hanya memulihkan layanan dengan cepat tetapi juga untuk mengimplementasikan solusi jangka panjang guna meningkatkan ketahanan dan keandalan jaringan. Transparansi dan komunikasi yang lebih responsif mengenai penyebab dan estimasi waktu pemulihan juga menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan konsumen dalam ekosistem digital yang semakin terintegrasi.