Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Indihome Down Nasional: Gangguan Massif Landa Sebagian Pelanggan Internet

2026-01-23 | 01:12 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T18:12:02Z
Ruang Iklan

Indihome Down Nasional: Gangguan Massif Landa Sebagian Pelanggan Internet

Layanan fixed broadband IndiHome mengalami penurunan kualitas signifikan secara nasional pada Kamis, 22 Januari 2026, menyebabkan gangguan akses internet bagi jutaan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Gangguan ini, yang mulai terdeteksi sekitar pukul 11.03 WIB, memicu gelombang keluhan di media sosial dan mengganggu berbagai aktivitas krusial mulai dari pekerjaan jarak jauh, pembelajaran daring, hingga transaksi digital.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui VP Corporate Communication Andri Herawan Sasoko, telah mengonfirmasi terjadinya penurunan kualitas layanan Telkomsel, IndiHome, dan Indibiz, dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Pihak TelkomGroup mengerahkan seluruh sumber daya teknis untuk melakukan isolasi gangguan, optimalisasi jaringan, dan percepatan pemulihan layanan. Telkomsel juga mengakui adanya kendala teknis yang berdampak pada sebagian pelanggan secara nasional. Meskipun demikian, Telkom Group belum merinci penyebab pasti gangguan kali ini, namun dalam insiden serupa di masa lalu, masalah seringkali berkaitan dengan kerusakan pada sistem komunikasi kabel laut. Laporan awal menunjukkan gangguan ini sempat menyebabkan internet terputus total meski modem menyala normal, kecepatan internet menurun drastis, dan aplikasi digital sulit diakses.

Sebagai penyedia layanan internet fixed broadband terbesar di Indonesia, IndiHome memiliki basis pelanggan yang substansial. Hingga Oktober 2025, jumlah pelanggan IndiHome mencapai 10,26 juta di seluruh Indonesia, menjadikannya pemain dominan di pasar tersebut. Ketergantungan masyarakat pada konektivitas yang stabil semakin tinggi, mengingat internet telah menjadi tulang punggung ekonomi digital, pendidikan, dan komunikasi sehari-hari. Gangguan berskala nasional seperti ini berdampak langsung pada produktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM yang bergantung pada platform e-commerce, serta sektor perbankan yang mayoritas telah beralih ke layanan digital. Pendidikan daring juga terhambat, memperlebar kesenjangan akses antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Secara historis, gangguan serupa pada infrastruktur telekomunikasi bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Pada September 2021, masalah teknis pada sistem komunikasi kabel laut Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ruas Batam-Pontianak juga mengakibatkan gangguan massal pada layanan Telkomsel dan IndiHome. Pola berulang ini menyoroti kerentanan infrastruktur jaringan yang mendasari konektivitas digital nasional. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2024 mewajibkan provider internet untuk memberikan bandwidth minimal 100 Mbps, sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung ekonomi digital. Namun, regulasi ini juga harus diimbangi dengan standar keandalan jaringan yang lebih ketat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14/PER/M.KOMINFO/4/2011 dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021, yang menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan.

Meskipun layanan dilaporkan mulai berangsur normal, insiden ini memicu pertanyaan serius tentang ketahanan infrastruktur telekomunikasi Indonesia dan kapasitas operator untuk memastikan kontinuitas layanan vital. Keluhan pelanggan yang kesulitan menghubungi pusat layanan Telkom Group juga menunjukkan adanya celah dalam mekanisme penanganan krisis dan komunikasi. Implikasi jangka panjang dari gangguan berulang ini dapat mencakup erosi kepercayaan konsumen, potensi kerugian ekonomi yang signifikan, dan perlunya investasi lebih lanjut dalam diversifikasi dan penguatan jaringan tulang punggung, termasuk sistem kabel serat optik. Masyarakat dan pemerintah akan terus menuntut transparansi lebih lanjut mengenai penyebab utama dan langkah-langkah mitigasi konkret dari penyedia layanan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.