:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan seri Redmi Note 15 di pasar domestik hari ini, 22 Januari 2026, memperkuat lini produk kelas menengahnya dengan fokus pada durabilitas yang ditingkatkan dan fitur fotografi mutakhir. Peluncuran ini mencakup empat varian, yaitu Redmi Note 15 (4G), Redmi Note 15 5G, Redmi Note 15 Pro 5G, dan Redmi Note 15 Pro+ 5G, yang seluruhnya mengusung standar "REDMI TITAN Durability" untuk daya tahan terhadap benturan dan air. Seri terbaru ini akan mulai tersedia untuk pra-pemesanan hingga 29 Januari 2026, dengan ketersediaan resmi di pasaran mulai 30 Januari 2026.
Lini Redmi Note secara historis menjadi tulang punggung strategi Xiaomi di segmen menengah ke bawah, menawarkan spesifikasi di atas rata-rata dengan harga terjangkau di Indonesia. Peluncuran ini bertepatan dengan pergeseran strategi produsen ponsel pintar Tiongkok, termasuk Xiaomi, yang berencana mengurangi target penjualan unit di segmen menengah ke bawah hingga lebih dari 20 persen pada tahun 2026, seiring dengan kenaikan harga komponen memori. Namun, di tengah tantangan tersebut, seri Redmi Note 15 ini diharapkan menjadi penopang volume penjualan yang penting.
Varian dasar, Redmi Note 15 Classic, hadir dalam model 4G dan 5G. Keduanya dilengkapi layar AMOLED melengkung 6,77 inci dengan resolusi Full HD+, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 3.200 nits, serta sertifikasi perlindungan mata TÜV Rheinland. Untuk ketahanan, Redmi Note 15 (4G) memiliki rating IP64, sementara Redmi Note 15 5G meningkatkan perlindungan dengan rating IP66, menjadikannya lebih aman dari cipratan air.
Di sektor performa, Redmi Note 15 5G ditenagai oleh chipset Snapdragon 6 Gen 3, dipadukan dengan RAM LPDDR4X 6GB atau 8GB dan pilihan penyimpanan internal UFS 2.2 mulai dari 128GB hingga 512GB. Sementara itu, Redmi Note 15 (4G) menggunakan MediaTek Helio G100 Ultra, dengan opsi RAM 6GB atau 8GB dan penyimpanan 128GB atau 256GB. Kedua model ini beroperasi dengan Android 15 berbasis HyperOS 2.
Aspek fotografi juga mendapat perhatian signifikan. Kedua model Classic ini mengusung kamera utama 108MP dengan aperture f/1.7. Model 5G menambahkan Optical Image Stabilization (OIS) dan kamera ultrawide 8MP, sedangkan model 4G menyertakan sensor kedalaman 2MP. Kamera depan 20MP dengan aperture f/2.2 disematkan pada desain punch-hole. Kapasitas baterai bervariasi; varian 4G dibekali baterai 6.000mAh dengan pengisian cepat 33W, sementara varian 5G memiliki baterai 5.520mAh dengan pengisian cepat 45W. Harga seri Classic diperkirakan mulai dari Rp2 jutaan, dengan analis memprediksi varian dasar 6GB/128GB sekitar Rp2,9 juta.
Untuk segmen yang lebih premium dalam seri ini, Redmi Note 15 Pro 5G dan Redmi Note 15 Pro+ 5G menawarkan spesifikasi yang lebih tinggi. Keduanya menampilkan layar AMOLED quad-curved 6,83 inci dengan resolusi 1.5K, refresh rate 120Hz, dukungan HDR10+ dan Dolby Vision, serta perlindungan Corning Gorilla Glass Victus 2. Tingkat kecerahan puncaknya dapat mencapai 3.200 nits. Ketahanan perangkat ditingkatkan dengan rating IP66, IP68, IP69, dan IP69K.
Redmi Note 15 Pro+ 5G didukung oleh prosesor Snapdragon 7s Gen 4, sedangkan Redmi Note 15 Pro 5G menggunakan MediaTek Dimensity 7400 Ultra. Sistem kamera utama kedua model Pro ini memiliki sensor 200MP dengan OIS, ditambah kamera ultrawide 8MP. Kamera selfie Pro+ 5G beresolusi 32MP, sementara Pro 5G memiliki kamera 20MP. Kapasitas baterai Note 15 Pro+ 5G adalah 6.500mAh dengan pengisian cepat 100W HyperCharge, sementara Note 15 Pro 5G memiliki baterai 6.580mAh dengan pengisian cepat 45W. Perangkat ini juga dilengkapi speaker stereo ganda dengan dukungan Dolby Atmos. Varian Pro ini diperkirakan berada di kisaran harga Rp4 juta hingga Rp5 juta.
Peluncuran seri Redmi Note 15 ini merupakan bagian integral dari strategi Xiaomi yang lebih luas untuk tahun 2026, yang menyeimbangkan portofolio ponsel pintar dengan produk ekosistem lain. Dengan pangsa pasar global sebesar 13% pada tahun 2025, Xiaomi mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar ponsel pintar dunia. Fokus pada durabilitas melalui "REDMI TITAN Durability" dan spesifikasi yang kompetitif diharapkan dapat menarik konsumen di tengah tren pasar global yang menunjukkan pertumbuhan 2% secara tahunan pada tahun 2025, didorong oleh adopsi 5G di negara berkembang dan minat pada segmen premium. Investasi berkelanjutan Xiaomi di Indonesia, termasuk fasilitas manufaktur lokal dan jaringan Mi Store, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di pasar Asia Tenggara yang strategis ini.